Bantu Korban Gempa di Palu, Pemkot Depok Ajak Warga Berdonasi

Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna

Balaikota, suaradepok.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengajak masyarakat untuk membantu korban gempa di Palu, Sulawesi Tengah. Ajakan ini disampaikan melalui Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna, Rabu (3/10/2018).

“Untuk korban gempa di Lombok kemarin, Pemkot Depok mendonasikan lebih dari Rp 500 juta. Sementara untuk korban gempa di Palu, kemungkinan jumlah donasinya bisa lebih. Nanti akan disampaikan Pak Walikota Depok,” ujar Pradi.

Untuk dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena musibah gempa bumi di Palu, Pemerintah Kota Depok juga membuka donasi terbuka untuk masyakarat yang ingin memberikan bantuan. Donasi bisa disalurkan melalui Dinas Sosial (Dinsos) Pemerintah Kota Depok.

Selain bantuan dana, Pemkot mengajak seluruh elemen masyarakat di Kota Depok untuk melakukan doa bersama bagi kepulihan saudara-saudara kita yang sedang mengalami duka di Palu.

Seperti diberitakan sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 terjadi di Palu, Sulawesi Tengah. Pusat gempa berada di darat 20 kilometer Tenggara Palu.

BMKG menyebutkan gempa terjadi pukul 04.06 WIB. Pusat gempa berlokasi di koordinat 1,02 lintang selatan (LS) dan 120,08 bujur timur (BT).

Kedalaman gempa yakni 10 km. Gempa dirasakan dalam skala III-IV Modified Mercalli Intensity (MMI) di Palu.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah mencapai 1.407 orang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, ‎1.407 orang meninggal dunia terdiri dari wilayah Kota Palu, sebagian Donggala, Sigi, dan Parigi Mountong, dimana yang telah dimakamkan sebanyak 519 jenasah.

“Korban meninggal dunia disebabkan oleh tertimpa reruntuhan bangunan gempa dan akibat tsunami,” ujar Sutopo, Rabu (3/10/2018).

Sementara untuk korban luka berat sebanyak 2.549 orang yang dirawat di berbagai rumah sakit dan korban hilang mencapai 113 orang.

“Rinciannya Pantoloan Induk 29 orang, Donggala 31 orang, Palu 4 orang, Pasar Wani 7 orang, jalan Kijang 11 orang, Jalan Roja Moici 4 orang, jalan Muh Hatta 25 orang, Patung Kuda 1 orang, kampung Nelayan 1 orang, dan korban tertimbun 152 orang,” paparnya.

Untuk korban pengungsi, lanjut Sutopo, ada sebanyak 70.821 jiwa yang tersebar di 141 titik.

Sedangkan untuk rumah rusak akibat gempa bumi dan tsunami sebanyak 65.733 unit dengan klasifikasi rusak berat, sedang, dan ringan.

“Kalau untuk jumlah korban tertimbun di Petobo (kabupaten Sigi) dan Balaroa (Kota Palu) belum dapat diperkirakan jumlahnya,” ucap Sutopo.