Pondok Rangon, suaradepok.com – Ormas Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kota Depok kembali menunjukkan eksistensinya ditengah masyarakat.

Kali ini, organisasi yang dipimpin Edi Hotman Saragih itu terlihat membantu proses pemakaman dari salah seorang warga Cibinong, Kabupaten Bogor.

Meski belum lama terbentuk, keberadaan ormas Pemuda Batak Bersatu di Kota Depok nampaknya sudah mulai melekat di hati masyarakat.

Apalagi ormas berseragam warna merah itu sering terlihat hadir dan membantu masyarakat yang sedang mengalami kesusahan.

Saat ditemui di lokasi pemakaman, Ketua PAC PBB Kecamatan Tapos Depok, Victor Simanjuntak mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan para Pemuda Batak itu dilandasi atas dasar kemanusiaan tanpa memandang Suku, Agama dan Ras.

Pengurus dan Anggota PBB Kota Depok mendampingi ketiga anak alm. Nursiah Marbun saat berada di rumah duka

“Kegiatan ini tentu saja untuk meningkatkan gotong-royong dan rasa peduli antar sesama anak bangsa. Ormas PBB akan selalu hadir untuk membantu masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan sebagaimana motto kita : Satu Rasa Satu Jiwa,” ujar Victor, Selasa (2/6/2020).

Lebih jauh Victor menceritakan perjuangan anggotanya yang melakukan pengawalan jenasah almarhum Nursiah Marbun mulai dari rumah duka di Filemon Cibinong sampai dengan tempat peristirahatan terakhir di TPU Pondok Rangon.

“Meskipun beliau bukan anggota PBB, tapi atas dasar kemanusiaan, kami tetap membantu jalannya prosesi pemakaman hingga ke tempat peristirahatan terakhir”, pungkas Victor didampingi Korlap DPC Wilson Sitorus dan Korlap PAC Tapos Johannes Situmorang.

Sementara itu, Ketua DPC PBB Kota Depok, Edi Hotman Saragih mengaku bangga dengan jajaran di PAC Tapos yang menunjukkan sikap terpuji dalam merespon setiap permasalahan disekitar.

Edi berharap, sikap dan perbuatan baik seperti itu dapat terus menyebar ke seluruh anggota dan pengurus PBB di Kota Depok sehingga tercipta suasana kebersamaan yang damai dan saling mengasihi satu sama lain.

Tak lupa Edi mengingatkan, almarhum Nursiah Marbun meninggalkan tiga orang anak yang saat ini menjadi yatim piatu.

Edi berharap, ada dermawan yang berkenan membantu ketiga anak tersebut agar dapat melanjutkan hidup yang layak pasca kepergian ibunda tercintanya.

“Saya berharap ada dermawan yang tergerak hatinya untuk dapat membantu meringankan beban dari ketiga anak yatim piatu yang baru ditinggalkan orangtuanya itu. Saat ini mereka tinggal di sebuah rumah kontrakan dan pasti sedang kebingungan untuk melangkah ke hari esok. Mereka adalah generasi penerus yang juga berhak hidup layak sebagai warga negara”, pungkas Edi berharap.

(Penulis : Ferry Sinaga)