Kepala Satpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdianny didampingi Kasi Tranmastibum R. Agus Muhammad (kiri)

Tapos, suaradepok.com – Merasa sudah kebal hukum, cafe dan panti pijat yang berlokasi di Jalan Raya Jakarta – Bogor KM. 38 Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos tetap nekat membuka tempat usahanya hingga menjelang subuh dan bebas menjajakan minuman keras (Miras) kepada para pengunjungnya.

Padahal, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sedang gencar-gencarnya memberantas peredaran miras di kota berikon Sejuta Belimbing ini.

Dari hasil investigasi Tim Jaringan Berita Kota Depok (JBKD), Sabtu (02/01/2021), terlihat para pelayan di kafe + panti pijat yang berlokasi diseberang Hotel Uli Artha itu menawarkan sejumlah minuman yang memabukkan kepada sejumlah pengunjung.

“Mau minuman apa bang? Berbagai jenis minuman ada kok disini,” ujar salah seorang pelayan yang tidak mau namanya dikorankan.

Selain itu, cafe yang beroperasi mulai dari pukul 22.00 Wib hingga 03.30 Wib tersebut juga ramai dengan pengunjung. Bahkan kursi yang tersedia pun terlihat penuh dan di setiap meja terisi minuman yang memabukkan.

Tak hanya itu. Para tamu yang datang juga terlihat santai berkerumun tanpa mengindahkan protokol kesehatan (Prokes). Mulai dari tidak menggunakan masker, duduk berdampingan dan tentunya melanggar jam malam yang sudah ditetapkan pemerintah.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Depok Lienda Ratnanurdianny ketika di konfirmasi mengaku belum mengetahui adanya penjualan miras dan praktek panti pijat dilokasi tersebut.

“Itu lokasinya dimana ? Nanti saya kroscek dulu ya. Terimakasih atas informasinya, jika memang terbukti, akan kami tindak tegas,” ujar Lienda melalui pesan singkat WhatsApp.

Lienda juga menegaskan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan jerat hukum yang lebih berat kepada pemilik kafe, panti pijat serta toko penjual Miras yang masih nekat beroperasi.

“Tunggu tanggal mainnya. Sedang kami persiapkan prosedur hukumnya karena sudah beberapa kali di razia dan masih tetap membandel. Kami akan tingkatkan upaya penindakan dan berkoordinasi terkait hal ini ke Reskrim Polres Metro Kota Depok”, ujar Lienda menegaskan.

Lapor Polisi

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Depok Lienda Ratnanurdianny menunjukkan bukti laporan Polisi

Merasa nama baik pribadi dan institusinya (Satpol PP, red) telah dicemarkan, Lienda Ratnanurdianny juga melaporkan salah seorang aktivis Depok yang menuding dirinya menerima suap (setoran) dari penjual miras, Sabtu (2/1/2021).

Tudingan aktivis yang dialamatkan kepada Lienda itu ditulis oleh akun dengan nama Herry Hersong Pansila melalui status jejaring sosial Facebook.

Berdasarkan surat laporan STPOL/03/K/1/2021/Restro Depok, pelaku yang dikenal dengan panggilan Hersong itu di duga telah melakukan tindakan Pencemaran Nama Baik Melalui Media Sosial dengan ancaman Undang-Undang ITE Pasal 27 (3) No. 19 Tahun 2016.

“Tindak lanjut dari laporan ini setelah seorang netizen memposting status yang berbunyi “Kabarnya Linda KasatPol PP Dpt Setoran Dari Bandar Miras Samping Pemkot Depok. Krena hingga hari ini gak mampu tutup kios miras tsb’,” ujar Lienda seperti dikutip dari poskota.

Lebih jauh Mantan Camat Pancoran Mas ini juga mengungkapkan bahwa postingan tersebut sudah tersebar luas di media sosial sehingga sangat merugikan dirinya dan institusi (Satpol PP).

“Sangat menganggu pribadi juga institusi. Hal yang diutarakan oleh netizen tersebut tidak pernah ada, gak ada setoran. Dalam hal ini saya tegaskan siapapun yang jelas-jelas melanggar Perda akan kita tindak tegas tanpa pandang bulu,” paparnya.

Menurut Lienda, arti tulisan kabar dalam postingan di Facebook tersebut sudah merupakan seperti pemberitaan bukan lagi kabarnya.

“Jelas dalam cuitan netizen tersebut nama serta jabatan saya di tulis. Hal ini sudah  jelas statement yang menyudutkan dan sangat merugikan privasi pribadi maupun institusi, takut khawatir menggiring opini publik itu dan menganggap berita itu benar. Karena itu saya minta laporan ini ditindaklanjuti sesuai Undang-Undang yang berlaku,” tegas Lienda.

Kapolres Metro Depok Kombes Azis Andriansyah menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan dari Kasat Pol PP Depok terkait dugaan pencemaran nama baik yang telah dilaporkannya.

“Masih kita selidiki. Pelapor Ibu Lienda akan di BAP penyidik untuk mendalami keterangan yang dapat menjadi alat bukti,” tambah Kapolres.

Terpisah, BB, pemilik tempat yang disebut-sebut menjual miras disamping kantor Walikota Depok membantah tudingan dari beberapa aktivis Depok yang menuduh bahwa dirinya memberikan setoran kepada Kepala Satpol PP.

“Tidak ada itu (Setoran). Kami tidak pernah menyuap ataupun memberikan setoran kepada Kepala Satpol PP. Itu jelas-jelas Fitnah dan terkesan ingin mengadu domba”, tegas BB saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Sebagai informasi, selama beberapa pekan terakhir, Satpol PP Kota Depok terlihat gencar melakukan penegakkan Perda termasuk penertiban tempat penjualan minuman keras yang ada di Kota Depok.

Bahkan, sehari sebelum perayaan Natal dan Tahun Baru, Satpol PP juga telah memusnahkan 3.155 botol miras berbagai jenis dari hasil kegiatan penertiban yang telah dilaksanakan.

Toko penjual miras yang berada di jalan Margonda pun tak luput dari penindakan Satpol PP. Terbukti, ratusan botol miras diangkut petugas gabungan (Satpol PP, Polisi dan TNI) dari toko tersebut.

(Tim JBKD)