Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar ara Bebersih Ciliwung 2019. Acara ini dilakukan untuk mencetak rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) delapan ribu orang bebersih sungai dari hulu hingga hilir.

Koordinator komunitas Ciliwung Saung Bambon Riverside, Asdat Zen mengatakan, selain itu, kegiatan ini dilakukan sebagai ajang silaturahmi antara komunitas peduli alam.

“Dan tentunya untuk mengedukasi agar masyarakat tidak terus buang sampah di Ciliwung,” kata dia di ‘base camp’ Saung Bambon Riverside, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Meski demikian, dia memberikan catatan tentang acara ini. Ia menilai hambatan terbesar adalah kurang koordinasi antar aparat pemerintahan.

“Ketua RW di sini baru dikabari seminggu sebelum acara. Mereka juga kaget diminta data peserta kegiatan dari pihak kecamatan,” lanjutnya.

Padahal, sambung pria yang lama bergiat di Dharmapala APP itu, dirinya sudah diajak diskusi tentang Bebersih Ciliwung 2019 dari sebelum pemilu.

“Lalu abis Lebaran, kayak dadakan kordinasinya. Tapi Alhamdulilah untuk kegiatan bebersih di Saung Bambon berjalan dengan lancar,” sambungnya.

Ia pun berharap agar masyarakat terutama di bantaran Ciliwung semakin teredukasi untuk tidak buang sampah ke kali.

“Percuma sampah dibersihin hari ini, tapi buang sampahnya tiap hari. Tapi saya yakin Ciliwung akan lebih baik ke depannya,” lanjut dia.

Sementara itu, Firman Wijaya selaku undangan acara menilai even Bebersih Ciliwung 2019 hal yang positif.

“Alhamdulilah teman-teman komunitas banyak yang hadir bebersih di sini. Ratusan sampah kita angkut. Mudah-mudahan nanti bisa lebih banyak kegiatan seperti ini,” harap Joe Item, sapaannya.

“Harapannya juga untuk warga di bantaran kali, agar lebih peduli pada sungainya, tidak buang sampah sembarangan,” tandas pegiat komunitas Outdoor Nature Adventure Club (OANC).

Sumber