Suara Depok

Barometer Informasi Kota Depok

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Wartawan, LSM dan Aktivis Rame-rame “Bidik” Proyek Pengurugan Tanah di Panmas Depok

Wartawan, LSM dan Aktivis Rame-rame “Bidik” Proyek Pengurugan Tanah di Panmas Depok
Perwakilan Aktivis dan LSM mengecam aksi pemukulan terhadap wartawan Depok



BALAIKOTA, suaradepok.com – Aksi pemukulan yang dilakukan terhadap salah seorang wartawan yang sedang menyoroti proyek pengurugan tanah yang diduga tak berijin di kawasan mampang Pancoran Mas Depok nampaknya bakal semakin memanas.

Aksi solidaritas dari kalangan wartawan, elemen aktivis serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kota Depok yang mengetahui adanya aksi pemukulan itupun gencar terlihat disuarakan di media sosial facebook.

Salah satunya akun dengan nama Mpun Sunardi. Akun tersebut menyindir tindakan kekerasan terhadap wartawan dengan statusnya “Msh ada aja gaya2 preman..”.

Begitu juga dengan akun dengan nama Herry Hersong Pansila. Akun ini menuliskan status : Aktifis Depok Siap Aksi Solidaritas Untuk Wartawan.

“Adanya kekerasan yang menimpa Wartawan PWD, maka oknum pelakunya harus ditindak tegas”, tulis akun Herry Hersong Pansila.

Tak hanya itu. Akun dengan nama Mastris Tris yang kabarnya merupakan salah seorang pengurus di Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) wilayah Mampang, Pancoran Mas Depok pun memberikan komentar sebagai aksi solidaritasnya terhadap wartawan yang menjadi korban pemukulan tersebut.

“Apapun yg dilakukan di sana, kalau sudah ada pergerakan pembangunan, harus mengurus Izin. Kami dari LPM dan Lurah pun tak ada info atas kegiatan tersebut. Sebaiknya pihak-pihak terkait yang mengelola kegiatan segera menghentikan kegiatan tuk sementara sampai ada kepengurusan Izin”, tulis akun Mastris Tris.

Terpisah, Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, R. Muhammad Agus mengatakan bahwa hari ini, Jumat (27/01/2017) pihak Satpol PP akan memanggil pihak pelaksana proyek pengurugan untuk mengklarifikasi terkait perijinan yang telah dimilikinya.

“Jumat, Satpol PP akan memanggil pelaksana proyek untuk mengklarifikasi terkait perijinan yang dimilikinya”, ungkap Muhammad Agus, Kamis (26/01/2017).

Seperti diberitakan sebelumnya, Boy Rivalino, salah seorang wartawan media cetak nasional dan kontributor di salah satu media online Kota Depok mendapat perlakuan kurang menyenangkan saat menjalankan tugas jurnalistiknya.

Boy yang sedang menyoroti pekerjaan pengurugan tanah di kawasan Mampang, Pancoran Mas Depok dipukul oleh salah seorang pelaksana berinisial BIN, dilokasi pekerjaan tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun suaradepok.com menyebutkan bahwa Boy dipukul dibagian punggung oleh BIN lantaran kesal karena pekerjaan proyek pengurugan itu terus disoroti dan diberhentikan oleh pihak Satpol PP.

“Akibat gencarnya sorotan wartawan, pekerjaan itu mendapat peringatan berupa penghentian sementara dari jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok”, ujar Siman, salah seorang anggota Satpol PP, Kamis (26/01/2017).

Sementara itu, Boy Rivalino (korban) mengaku bahwa dirinya hanya menjalankan tugas peliputan saja. Ia tidak bermaksud untuk mengganggu pelaksanaan pekerjaan itu.

“Awalnya saya mendapat informasi dan keluhan dari warga yang kesal karena jalanan di depan rumah mereka kotor dengan banyaknya tanah merah. Tanah itu berasal dari armada pengangkut proyek pengurugan itu. Sebenarnya saya sudah menginformasikan hal ini kepada pelaksana proyek, bahwa warga minta agar tanah-tanah yang mengotori jalanan di depan rumah warga dibersihkan. Namun ternyata setelah sekian lama, tidak ada itikad baik dari pelaksana proyek untuk membersihkannya jalan sehingga saya melaporkan hal ini ke pihak Satpol PP”, papar Boy menjelaskan.

(Baca Juga: Urugan Tanah “Bodong” Disoal, Wartawan Dipukul Pelaksana Proyek)

Lebih jauh Boy mengatakan, ihwal pemukulan dirinya itu terjadi saat ia bersama anggota Satpol PP mengantarkan surat penghentian pelaksanaan pekerjaan dari Satpol PP ke pihak pelaksana.

“Sesampainya di lokasi pekerjaan, BIN, salah seorang pelaksana proyek merasa kesal dengan adanya surat penghentian pekerjaan itu. BIN kemudian memukul punggung saya”, ungkap Boy.

Mendengar informasi tersebut, Ketua Paguyuban Wartawan Depok (PWD), Ferry Sinaga mengaku kecewa karena masih saja ada tindakan (perlakuan) kekerasan terhadap wartawan.

Ferry menghimbau kepada pelaku pemukulan (Binsar, red) untuk meminta maaf kepada korban yang dipukul (Boy Rivalino) serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya kepada wartawan manapun yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya.

“Boy merupakan anggota PWD. Jadi saya selaku Ketua PWD menghimbau agar pelaku pemukulan untuk segera meminta maaf kepada Boy. Jika hal ini tidak segera dilakukan, maka saya dan seluruh anggota PWD yang saat ini jumlahnya lebih dari 50 orang akan mendesak jajaran kepolisian untuk segera melakukan tindakan tegas”, himbau Ferry.

(Baca Juga : Pukul Wartawan, Pelaksana Proyek Pengurugan Dilaporkan ke Polisi)

Sebagai informasi, proyek pengurugan tanah berada di perumahan Bumi Pancoran Mas Depok, Kelurahan Mampang, Kacamatan Pancoran Mas, Kota Depok.

Lurah Mampang, Abdul Khoir mengungkapkan bahwa Proyek pengurugan lahan bekas empang itu diperkirakan seluas 10.000 meter persegi dan belum mengantongi ijin lengkap.

Lokasi lahan urugan yang berada di lingkungan RW 5 Perumahan Bumi Pancoran Mas tersebut rencananya akan dipergunakan untuk pembangunan sekolah alam.

Hasil pantauan dilapangan, setiap harinya ada 50-60 mobil dump truk pembawa tanah merah yang lalu lalang melewati Jl. Raya Pramuka dan jalan dilingkungan perumahan Bumi Pancoran Mas. Dump truk pembawa tanah urugan yang lalu lalang banyak menumpahkan tanah merah dikarenakan terpal penutup ada yang terbuka ditiup angin. (fer)



No Responses

Tinggalkan Balasan