Suara Depok

Barometer Informasi Kota Depok

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Urugan Tanah “Bodong” Disoal, Wartawan Dipukul Pelaksana Proyek

Urugan Tanah “Bodong” Disoal, Wartawan Dipukul Pelaksana Proyek
Lokasi pengurugan tanah



BALAIKOTA, suaradepok.com – Boy Rivalino, salah seorang wartawan media cetak nasional dan kontributor di salah satu media online Kota Depok mendapat perlakuan kurang menyenangkan saat menjalankan tugas jurnalistiknya.

Boy yang sedang menyoroti pekerjaan pengurugan tanah di kawasan Mampang, Pancoran Mas Depok dipukul oleh salah seorang pelaksana berinisial BIN, dilokasi pekerjaan tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun suaradepok.com menyebutkan bahwa Boy dipukul dibagian punggung oleh BIN lantaran kesal karena pekerjaannya terus.

“Akibat gencarnya sorotan wartawan, pekerjaan itu mendapat peringatan berupa penghentian sementara dari jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok”, ujar Siman, salah seorang anggota Satpol PP, Kamis (26/01/2017).

Sementara itu, Boy Rivalino (korban) mengaku bahwa dirinya hanya menjalankan tugas peliputan saja. Ia tidak bermaksud untuk mengganggu pelaksanaan pekerjaan itu.

“Awalnya saya mendapat informasi dan keluhan dari warga yang kesal karena jalanan di depan rumah mereka kotor dengan banyaknya tanah merah. Tanah itu berasal dari armada pengangkut proyek pengurugan itu. Sebenarnya saya sudah menginformasikan hal ini kepada pelaksana proyek, bahwa warga minta agar tanah-tanah yang mengotori jalanan di depan rumah warga dibersihkan. Namun ternyata setelah sekian lama, tidak ada itikad baik dari pelaksana proyek untuk membersihkannya jalan sehingga saya melaporkan hal ini ke pihak Satpol PP”, papar Boy menjelaskan.

Lebih jauh Boy mengatakan, ihwal pemukulan dirinya itu terjadi saat ia bersama anggota Satpol PP mengantarkan surat penghentian pelaksanaan pekerjaan dari Satpol PP ke pihak pelaksana.

“Sesampainya di lokasi pekerjaan, BIN, salah seorang pelaksana proyek merasa kesal dengan adanya surat penghentian pekerjaan itu. BIN kemudian memukul punggung saya”, ungkap Boy.

Mendengar informasi tersebut, Ketua Paguyuban Wartawan Depok (PWD), Ferry Sinaga mengaku kecewa karena masih saja ada tindakan (perlakuan) kekerasan terhadap wartawan.

Ferry menghimbau kepada pelaku pemukulan (Binsar, red) untuk meminta maaf kepada korban yang dipukul (Boy Rivalino) serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya kepada wartawan manapun yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya.

“Boy merupakan anggota PWD. Jadi saya selaku Ketua PWD menghimbau agar pelaku pemukulan untuk segera meminta maaf kepada Boy. Jika hal ini tidak segera dilakukan, maka saya dan seluruh anggota PWD yang saat ini jumlahnya lebih dari 50 orang akan mendesak jajaran kepolisian untuk segera melakukan tindakan tegas”, himbau Ferry.

Sebagai informasi, proyek pengurugan tanah berada di perumahan Bumi Pancoran Mas Depok, Kelurahan Mampang, Kacamatan Pancoran Mas, Kota Depok.

Lurah Mampang, Abdul Khoir mengungkapkan bahwa Proyek pengurugan lahan bekas empang itu diperkirakan seluas 10.000 meter persegi dan belum mengantongi ijin lengkap.

Lokasi lahan urugan yang berada di lingkungan RW 5 Perumahan Bumi Pancoran Mas tersebut rencananya akan dipergunakan untuk pembangunan sekolah alam.

Hasil pantauan dilapangan, setiap harinya ada 50-60 mobil dump truk pembawa tanah merah yang lalu lalang melewati Jl. Raya Pramuka dan jalan dilingkungan perumahan Bumi Pancoran Mas. Dump truk pembawa tanah urugan yang lalu lalang banyak menumpahkan tanah merah dikarenakan terpal penutup ada yang terbuka ditiup angin. (fer)



Tags: , ,

No Responses

Tinggalkan Balasan