Suara Depok

Barometer Informasi Kota Depok

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Turab Longsor Hancurkan Rumah Warga Cilodong

Turab Longsor Hancurkan Rumah Warga Cilodong



KALIBARU, suaradepok.com – Hujan deras yang mengguyur kawasan Kota Depok, Minggu 07/05/2017, menyebabkan tebing turap longsor dan merusak sebuah rumah warga di Perumahan PGRI blok C4 No. 8 RT 002 / 009 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong.

Peristiwa longsor yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 19.30 wib tersebut, menghancurkan rumah milik Siti Maisaroh.

Saat kejadian, Siti diketahui sedang makan bersama anak dan menantunya di dalam ruang tamu rumahnya.

Sebelum kejadian longsor, Siti mendengar suara-suara aneh dari samping rumahnya. Ia pun keluar untuk melihat kearah sumber suara dimaksud.

Melihat banyaknya pasir yang turun dari atas rumahnya, Siti pun spontan berteriak menyuruh anaknya keluar dari dalam rumah.

“Cepat keluar. Longsor !”, teriak ibu Siti dengan spontan melihat tanah-tanah yang berjatuhan dari atas turab yang berada di samping rumahnya.

Bergegas, anak dan menantu Siti yang sedang berada di dalam rumah pun berhamburan keluar.

Kepada wartawan, Rijal, anak ibu Siti Maisaroh mengungkapkan bahwa longsor tersebut merupakan musibah yang ke empat kalinya.

“Longsor yang merusakkan rumah kami ini merupakan kejadian yang ke empat kali, terhitung sejak tahun 2011 lalu”, ungkap Rijal.

Lebih jauh, putra pertama dari tiga bersaudara ini berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dapat segera memperbaiki turab yang ambrol tersebut agar tidak terjadi hal yang lebih parah.

Mendapat informasi tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pemanfaatan Ruang (PUPR), Manto langsung memerintahkan satgas dinas untuk mengecek lokasi.

“Tim Satgas sudah di kirim untuk mengecek lokasi”, jawab Manto sigap.

Sekira pukul 21.46 wib, Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA) Dinas PUPR, Citra Indah Yulianty dan satgas dari Dinas PUPR yang dibantu oleh Tim Tagana terlihat datang dan langsung mengecek ke sekeliling lokasi longsor.

Koordinator bidang pengendalian tim Tagana, Muhammad Romdhoni yang terlihat turun ke lokasi longsor mengatakan bahwa kejadian tersebut perlu penanganan cepat dari Pemkot Depok.

Pasalnya, disekitar turab yang longsor tersebut terdapat aliran kali kecil yang kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk menampung luapan air jika terjadi hujan yang cukup lama.

“Perlu penanganan serius karena banyak titik rembesan air yang cukup lumayan deras. Jika turun hujan dan arus air dari Situ Cilodong tetap banyak, lokasi tersebut rawan dengan longsor susulan”, ungkap Romdhoni.

Sebagai informasi, akibat kejadian longsor tersebut, keluarga Siti Maisaroh mengalami kerugian mencapai puluhan juta rupiah. (Fer)



Tags: , ,

No Responses

Tinggalkan Balasan