Bos Pabrik di Mekarsari Mangkir dari Panggilan

oleh
Suasana di dalam pabrik yang tidak memasang plang identitas perusahaan
Adi Kuswadi Wijaya, Pemilik pabrik

Cimanggis, suaradepok.com – Adi Kuswadi Wijaya, pemilik pabrik makanan olahan siap saji di Jalan Mekarsari Raya RT 009 RW 012 Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Depok tak memenuhi panggilan Satpol PP pada Jum’at (16/3/2018).

Adi dipanggil untuk mengklarifikasi perijinan tempat usahanya yang belakangan ramai diberitakan media karena diduga membuang limbah produksi ke sungai Kali Baru.

Baca Juga : Pabrik Makanan Olahan Berkedok Home Industri Buang Limbah ke Sungai

Link Banner

Seperti diberitakan sebelumnya, pabrik yang beroperasi ditengah pemukiman warga itu diketahui memproduksi bahan makanan olahan siap saji seperti seperti Bakso Sapi, Bakso Ikan, Nuget, Otak-otak dan Mie dengan Merk “CM Super Polos” yang diproduksi PT. Selera Prima Food.

Baca Juga : Legalitas Usahanya Disoal, Bos Pabrik di Mekarsari Sebut Nama Wartawan

Kepala Bidang Pengawasan dan Pengaduan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok, Ahmad Oting yang mendatangi lokasi pabrik, mengatakan bahwa pihak manajemen pabrik yang telah beroperasi puluhan tahun itu tidak dapat menunjukkan bukti-bukti fisik dari kepemilikan ijinnya.

“Setelah sampai di lokasi pabrik, kami langsung melakukan pengecekan tekait perizinan ke pihak perusahaan. Namun saat itu mereka tidak dapat menunjukkan bentuk fisik dari semua persyaratan perizinan yang diminta,” ungkap Oting.

Pada saat konfirmasi, Oting mengaku hanya bertemu dengan Hengki, ayah dari pemilik pabrik. Saat itu, Hengki beralasan bahwa anaknya (Pemilik Pabrik) sedang tidak berada ditempat, sementara mengenai perizinan tempat usaha tersebut, saat ini sedang dalam proses pengurusan.

“Pihak perusahaan yang diwakili oleh Hengki beralasan bahwa kelengkapan perizinan sedang dalam proses. Namun ketika diminta untuk memperlihatkan tanda bukti proses perizinannya, yang bersangkutan tidak dapat memperlihatkan,” pungkas Oting.

Seharusnya, lanjut Oting, pada hari Jum’at (16/3/2018), pemilik pabrik datang ke Satpol PP untuk memenuhi panggilan klarifikasi terkait kelengkapan perijinannya. Namun pemilik pabrik menunda kedatangannya hingga Rabu (21/3/2018) mendatang”, ujar Oting.

 

Penulis : Ferry Sinaga

Bagikan
  • 29
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •