Suara Depok

Barometer Informasi Kota Depok

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Satpol PP Depok “Melempem” Tangani Bangunan Bermasalah

Satpol PP Depok “Melempem” Tangani Bangunan Bermasalah
Bangunan ruko tampak dari belakang



TAPOS, suaradepok.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok terkesan lamban menindak bangunan-bangunan bermasalah di Kota Depok.

Salah satunya terhadap bangunan Rumah Toko (Ruko) di depan Hotel Uli Artha yang hingga saat ini terkesan dibiarkan berdiri meski telah melanggar Garis Sempadan Sungai (GSS) dan Garis Sempadan Bangunan (GSB).

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Manto menegaskan bahwa di lokasi tersebut tidak diperbolehkan untuk mendirikan bangunan komersial.

Menurut Manto, yang diperbolehkan berdiri / dibangun di atas Sempadan kali (sungai) antara lain taman, sarana pengairan, kabel listrik dan PDAM.

Sedangkan bangunan komersil dan bangunan rumah tinggal tidak diperbolehkan dibangun di atas sempadan sungai.

“Iya, tidak boleh itu. Saya yakin soal bangunan ruko itu, Pemkot tidak dapat mengeluarkan IMB-nya krn melanggar GSS dan GSB”, tegas Manto, Senin (15/05/2017) lalu.

Lebih jauh Manto membantah informasi yang mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan rekomendasi kepada pemilik ruko untuk mendirikan bangunan ruko (komersial) di tempat tersebut.

“Tidak ada itu (rekomendasi, red). Memang waktu itu, sekitar akhir tahun 2016, yang bersangkutan pernah mengajukan permohonan rekomendasi ke PUPR. Tetapi sampai saat ini kami tidak pernah memberikannya”, tegas Manto.

Baca Juga : Ruko Bermasalah di Depan Hotel Uli Artha Digunakan untuk Usaha Ilegal

Sayangnya, meski telah mendapat banyak informasi, Satpol PP Kota Depok selaku Penegak Peraturan Daerah (Perda) terkesan lamban untuk menindak bangunan ruko yang berlokasi di Jalan Raya Bogor KM 38 tersebut.

Kepala Satpol PP Kota Depok, Dudi Mir’as yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Rabu (31/05/2017) pun terkesan enggan menjawab pertanyaan wartawan terkait permasalahan bangunan yang diduga “bodong” tersebut. (Fer)



Tags: , , , , , ,

No Responses

Tinggalkan Balasan