Suara Depok

Barometer Informasi Kota Depok

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Proyek Drainase Kelurahan Mekarsari Disoal

Proyek Drainase Kelurahan Mekarsari Disoal



BALAIKOTA, suaradepok.com – Proyek penataan saluran drainase perbatasan RW 13 dan RW 14 Kelurahan Mekarsari yang digelar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dengan nilai HPS sebesar Rp 799,86 juta disoal.

Pasalnya, Direktur PT Prima Perkasa Utama, Edi Hediyanto selaku pemenang lelang proyek tersebut mengaku tidak tahu menahu mengenai pelaksanaan proyek dilapangan.

Menurut Edi, perusahaannya telah diumumkan sebagai pemenang lelang dengan harga penawaran sebesar Rp 783.756.000,-. Namun didalam pelaksanaannya, perusahaan lain yang melaksanakan pekerjaan tersebut.

“Memang awalnya perusahaan saya yang menang lelang, tetapi jadi tidak jelas. Saya tidak meminjamkan perusahaan kepada siapapun. Coba tanya ke panitia lelang”, ujar Edi melalui pesan singkat.

Lebih jauh saat ditanya mengenai adanya proses sanggah lelang, Edi membenarkan hal tersebut. Namun pria berkacamata itu mengungkapkan bahwa hingga Jumat (10/11/2017), dirinya belum mendapati informasi terkait keputusan hasil sanggahan atas kemenangannya itu.

“Sampai Jumat kemarin belum ada keputusan. Jadi kalau sekarang sudah dikerjakan, saya tidak tahu”, ujar Edi, Selasa (14/11/2017).

Anehnya, dari pantauan dilapangan terlihat bahwa material uditch sudah didatangkan dan alat beratpun sudah terlihat melakukan pengerukan di lokasi pekerjaan.

Salah seorang pekerja yang ditemui dilapangan terkesan enggan menyebutkan siapa bos dari proyek tersebut. Namun demikian, ia memperkirakan bahwa nilai pekerjaan itu berkisar antara Rp 700 Juta hingga Rp 1 miliar.

“Saya tidak tau siapa bos yang punya proyek ini. Kalau kisaran nilai kerjaannya sih sekitar Rp 700 juta sampai Rp 1 miliaran sih”, jawab sumber sembari melanjutkan pekerjaannya.

Menanggapi hal ini, Ketua LSM Penjara Depok, M. Thohir Barabba mengaku heran. Menurutnya, jika pemenang lelang di sanggah, seharusnya pihak panitia lelang maupun dinas terkait memberikan informasi sehingga tidak membingungkan.

“Masa perusahaan PT Prima Perkasa Utama yang diumumkan menang lelang tetapi perusahaan lain yang mengerjakan ? Parahnya lagi, direktur perusahaan yang menang lelang itu tidak tahu terkait proses pelaksanaan pekerjaan di lapangan”, ujar Thohir saat ditemui di Balaikota Depok.

Lebih jauh pemuda yang akrab disapa Tompay ini menegaskan bahwa dirinya bakal mengawasi pelaksanaan pekerjaan dilapangan.

“Kita akan pantau pelaksanaan pekerjaan itu. Yang jelas, proses awal pelaksanaan pekerjaan dan material uditch yang dikirim ke lokasi sudah kita dokumentasikan”, pungkas Tompay sembari menunjukkan foto-foto dokumentasi di lokasi kegiatan. (Red)




Tags: , ,

No Responses

Tinggalkan Balasan