Suara Depok

Barometer Informasi Kota Depok

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Pemilik Ruko Bermasalah di Depan Hotel Uli Artha Segera Dipanggil

Pemilik Ruko Bermasalah di Depan Hotel Uli Artha Segera Dipanggil
Bangunan ruko tampak dari belakang



TAPOS, suaradepok.com – Pemberitaan terkait adanya dugaan suap yang dilakukan pemilik Rumah Toko (Ruko) bermasalah di seberang Hotel Uli Artha, langsung mendapat respon dari berbagai pihak.

Salah satunya dari Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Yulistiani Mochtar.

Seperti diberitakan sebelumnya, ruko yang berlokasi di Jalan Raya Bogor KM 38 akhirnya di sidak oleh tim dari Dinas PMPTSP Kota Depok pada Senin (03/04/2017).

Sidak tersebut dilakukan setelah gencarnya pemberitaan yang dilakukan berbagai media online terkait dugaan pelanggaran Ijin bangunan yang dilakukan oleh pemilik Ruko.

Kepala DPMPTSP, Yulistiani Mochtar yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya, membenarkan bahwa pihaknya telah menurunkan petugas untuk melakukan sidak terhadap Ruko yang berlokasi di Kecamatan Tapos tersebut.

“Saya sudah turunkan petugas untuk melakukan sidak. Hasilnya, pemilik Ruko akan segera kami panggil,” jawab Yulistiani melalui telepon selularnya, Jum’at (07/04/2017).

Pada pemberitaan sebelumnya, salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya menginformasikan bahwa sehari sebelum petugas Dinas PMPTSP datang (mengecek) ke lokasi, pihak yang mengatasnamakan pemilik Ruko meminta uang kepada para penyewa ruko dengan alasan untuk keamanan.

“Info yang saya terima, oknum yang mengaku dari pihak pemilik Ruko meminta uang kepada para penyewa ruko sehari sebelum tim DPMPTSP Pemkot Depok datang ke lokasi”, ujar sumber.

Sumber lain yang enggan disebutkan identitasnya juga mengatakan informasi serupa. Menurut sumber, ia melihat petugas Dinas yang melakukan pengecekan lokasi keluar dari dalam salah satu ruko yang digunakan sebagai kantor Notaris.

“Waktu saya keliling, saya lihat ada dua orang berpakaian PNS Pemkot Depok yang keluar dari dalam salah satu ruko yang disewa untuk kantor Notaris. Tetapi saya tidak tau apa yang dilakukan di dalam kantor tersebut”, ujar sumber ke dua.

Terkait informasi yang mengatakan bahwa petugas dinas terlihat keluar dari kantor notaris, Eko sebagai salah satu wartawan yang sudah puluhan tahun melakukan liputan di Kota Depok membenarkan hal itu.

Dikatakan Eko, usai melaksanakan tugas pemantauan di lokasi ruko, Eko bertemu dengan salah seorang petugas dinas yang bernama Mario.

Di salah satu kantin yang berada di Balaikota Depok, Mario bercerita kepada Eko, bahwa pada saat tugas memantau lokasi ruko yang sedang disoal, Mario memang memasuki salah satu tempat yang kebetulan sedang ada orang untuk dikonfirmasi.

“Waktu itu pak Mario bilang, dia masuk ke kantor Notaris yang ada di ruko tersebut karena sedang menjalankan tugas. Kebetulan saat dia datang, tempat yang ada orangnya hanya di kantor notaris itu. Jadi pak Mario masuk kesana untuk mencari informasi. Selain itu, pak Mario juga ingin membuktikan kepada pimpinannya bahwa dia telah menjalankan tugas yang diberikan”, papar Eko mengisahkan.

Terkait informasi dugaan suap yang dilakukan oleh pemilik Ruko, Eko mengatakan bahwa hal itu bisa jadi hanya akal-akalan dari pemilik Ruko atau oknum yang mengatasnamakan pemilik ruko untuk memanfaatkan situasi.

“Kalau memang benar info bahwa Pemilik ruko meminta uang kepada para penyewa ruko (Rp 5 juta setiap ruko, red) dengan alasan keamanan, bisa saja si pemilik Ruko atau mungkin oknum yang melakukan hal itu hanya memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan saja”, pungkas Eko mengakhiri. (Fer)




Tags: , , , ,

No Responses

Tinggalkan Balasan