Suara Depok

Barometer Informasi Kota Depok

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Garap Proyek Stadion Merpati Rp 2 Miliar, Kontraktor Gunakan Gas Bersubsidi

Garap Proyek Stadion Merpati Rp 2 Miliar, Kontraktor Gunakan Gas Bersubsidi



PANCORAN MAS, suaradepok.com – Inspeksi mendadak (sidak) yang sempat dilakukan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna ke lokasi proyek rehabilitasi stadion Merpati yang di gelar Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok, Kamis (2/11/2017), nampaknya hanya dianggap sebagai angin lalu oleh pihak kontraktor pelaksana.



Padahal saat disidak, Wakil Walikota Depok menyatakan kekecewaannya terhadap rekanan yang melaksanakan proyek senilai Rp 2 miliar tersebut dengan alat manual.

Meski demikian, CV Tarosima Jaya selaku perusahaan pelaksana proyek yang didanai APBD Kota Depok itu terkesan cuek, bahkan kembali berulah.

Kali ini kontraktor pelaksana kegiatan rehabilitasi stadion kebanggaan masyarakat Kota Depok itu kedapatan menggunakan gas elpiji ukuran 3 kg untuk mengelas besi di lokasi proyek yang sedang dikerjakannya.

Sayangnya, meskipun pihak rekanan terlihat jelas “merampas” hak masyarakat kurang mampu (Menggunakan gas bersubsidi untuk menyelesaikan pekerjaannya, red), namun pihak pengawas dan konsultan di lapangan terkesan tutup mata.

Hal itu tentu saja langsung mengundang reaksi keras dan komentar miring dari berbagai elemen aktivis, LSM dan Wakil Rakyat Kota Depok.

Supardi alias Pardi Dongkal yang menggunakan akun Facebook Pardonk misalnya. Melalui status yang diunggahnya pada hari Sabtu (2/12/2017), ia meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk bertindak tegas kepada rekanan (kontraktor) yang dianggap nakal untuk mencari keuntungan yang besar.

Senada dengan itu, Kasno selaku Ketua LSM Komite Aksi Pemberantasan Organ Korupsi (Kapok) juga menyayangkan pihak rekanan yang menggunakan gas bersubsidi untuk menyelesaikan pekerjaannya.

“Meskipun di dalam RKA tidak menyebutkan gas elpiji 3 kg, namun hal itu menjadi informasi awal untuk mencari data-data tambahan”, tulis Kasno berkomentar.

Anggota DPRD Kota Depok dari Partai Gerindra, Edi Masturo pun kaget dengan hal itu.

Ia terlihat heran dengan cara kerja kontraktor pelaksana proyek yang terkesan “nekat” dan asal-asalan tersebut.

Tak hanya itu. Sejumlah warga yang ditemui wartawan di sekitar lokasi proyek pun banyak yang menyayangkan hal tersebut.

Andri warga Perumnas Depok Jaya misalnya. Ia bahkan meminta jajaran Pemkot dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok untuk mengawasi dengan ketat pelaksanaan proyek tersebut.

“Yang jelas pemborong terkesan seenaknya dalam mengerjakan proyek miliaran itu karena menggunakan gas ukuran 3 kg untuk mengelas besi dan lainnya”, ujar Andri, Minggu (3/12/2017).

Sementara Herawati, warga jalan Kutilang, Kelurahan Depok Jaya meminta Walikota Depok untuk memerintahkan jajarannya mengawasi proyek yang didanai menggunakan APBD Kota Depok tersebut dengan ketat.

“Pengawas dilapangan jangan main-main dong. Kalau memang kontraktornya gak becus, ya harus diberi sanksi tegas. Kalau perlu di blacklist aja supaya tidak merugikan dikemudian hari”, pungkas Herawati. (Fer)

Tags: , , , , ,

No Responses

Tinggalkan Balasan