Suara Depok

Barometer Informasi Kota Depok

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Buang Sampah Sembarangan, Dua Pemuda Dihajar Warga

Buang Sampah Sembarangan, Dua Pemuda Dihajar Warga
Ilustrasi



Pelaku pembuang sampah saat ditangkap warga

PANCORAN MAS, suaradepok.com – Dua orang pemuda yang mengaku tinggal di RW 13 Kp. Lio Depok dihajar sejumlah warga saat melintas di Jalan Baru RW 19 Lio, Pancoran Mas, Depok, Minggu (29/01/2017) sekira pukul 00.03 dini hari.

Kedua pemuda yang tidak membawa identitas tersebut dihakimi massa karena kedapatan membuang sampah sembarangan dipinggir jalan.

Alif, salah seorang warga RW 19 mengaku kesal karena di wilayahnya sering terlihat tumpukan sampah yang dibuang sembarangan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Warga kesal dengan ulah pelaku pembuang sampah yang tidak bertanggung jawab. Jika hal seperti ini terus dibiarkan (buang sampah sembarangan, red), kan warga dilingkungan kami juga yang akan menerima dampaknya nanti. Bukannya warga ingin main hakim sendiri. Warga melakukan pemukulan terhadap kedua pemuda itu lantaran kesal karena wilayahnya dianggap sebagai tempat pembuangan sampah”, ujar Alif.

Kepala Bidang Kebersihan dan Kemitraan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, H. Kusumo menyayangkan aksi pemukulan yang dilakukan warga kepada dua pemuda yang kedapatan membuang sampah sembarangan tersebut.

Dikatakan Kusumo, apabila ada warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan, sebaiknya jangan melakukan main hakim sendiri. Tangkap dan catat identitasnya saja, kemudian segera informasikan kepada kami”, himbau Kusumo.

Lebih jauh Kusumo memaparkan, pelaku pembuang sampah sembarangan yang tertangkap akan disidang oleh pengadilan negeri Depok dalam Tindak Pidana Ringan (Tipiring). Pelaku akan dikenakan sanksi karena telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok Nomor 16 Tahun 2012 Pasal 10 tentang Larangan Buang Sampah Sembarangan.

“Besaran denda atau sanksi yang dijatuhkan kepada pelaku, setinggi-tingginya Rp 25 juta atau pidana selama 3 bulan kurungan”, pungkas Kusumo.

 

Penulis : Sari

Editor : Ferry Sinaga



Tags: , , , ,

No Responses

Tinggalkan Balasan