Masyarakat Dukung upaya Penambahan RTH

oleh

SEJUMLAH organisasi penggiat lingkungan mendukung upaya Pemerintah Kota Depok yang akan menambah lahan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Salah satu bentuk dukungan itu ditunjukkan oleh organisasi seperti Sekretariat Bersama (Sekber) Ciliwung dan Forum Komunitas Hijau (FKH) yang tidak segan-segan turun langsung melakukan penanaman pohon, mulai dari pinggir jalan hingga di sekitar bantaran kali.

“Kami berupaya menjaga ekosistem alam dengan melakukan penanaman di Garis Sempadan Sungai (GSS) maupun situ. Beberapa lokasi yang pernah kita tanam di antaranya Situ Jatijajar, bantaran Ciliwung Ratujaya, bantaran Ciliwung Cilawet, bantaran Ciliwung Kemiri Muka dan bantaran Ciliwung Pondok Cina. Kita juga menanam di bantaran Kali Pesanggrahan bersama Komunitas Peduli Kali Pesanggrahan,” ujar Koordinator Sekber Sahabat Ciliwung, Hidayat Al Ramdani, Senin (19/02/18).

Dikatakan Ramdani, pihaknya kerap dilibatkan dalam setiap kegiatan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok.

Menurutnya, sinergitas antara Pemerintah dengan komunitas-komunitas yang ada di Kota Depok perlu dilakukan agar upaya pemenuhan lahan RTH dapat segera terwujud.

“Pada dasarnya, kami siap bersinergi dengan Pemkot Depok. Karena memang untuk kegiatan penanaman, kami juga meminta bibit dari DLHK, selain juga dari pihak penyelenggara kegiatan yang sudah menyediakan,” pungkas Ramdani.

Senada dengan itu, Koordinator Forum Komunitas Hijau (FKH) Heri Syaefudin mengatakan, saat ini pihaknya berencana untuk membuat ‘sabuk hijau’ di GSS. Pembuatan sabuk hijau selain menambah asri Ciliwung, juga bagus buat menahan tebing dari bahaya longsor.

“FKH kerap melakukan aksi tanam pohon terutama di pinggir Ciliwung dan Pesanggrahan. Saat ini kami sedang meminta data ke Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Depok untuk memetakan dan mengidentifikasi, wilayah mana saja yang akan kita jadikan sabuk hijau,” ujarnya.

Heri juga menegaskan bahwa FKH  sangat mendukung upaya pemerintah dalam rangka penambahan lahan RTH agar keberadaannya dirasakan masyarakat Kota Depok.

”Untuk dapat mewujudkan hal ini, tentu saja peran aktif dari masyarakat diperlukan. Jadi, warga tidak hanya menikmati RTH saja, tetapi juga turut membantu menjaga keasriannya,” pungkasnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Etty Suryahati mengungkapkan bahwa berdasarkan data terakhir yang dihimpun, kondisi eksisting RTH di Kota Depok (saat ini) telah mencapai 16,33 persen atau 3.271.26 hektare yang dibagi dalam dua wilayah, yaitu RTH publik 10,06 persen dengan luas lahan 2.015.53 hektar dan RTH privat atau milik pengembang 6,27 persen dengan luas lahan 1.255.73 hektar dari luas wilayah Kota Depok yang mencapai 20,029 hektar.

Etty juga menghimbau pentingnya peran serta dari masyarakat dalam mendukung pengadaan RTH. Menurutnya, sinergitas masyarakat dalam pengawasan serta melaporkan pihak-pihak yang mendirikan bangunan tidak pada tempatnya, terlebih jika melanggar aturan seperti menggunakan sempadan sungai, sangatlah diperlukan.

“Kami berusaha keras untuk memenuhi target tersebut. Untuk itu, peran serta masyarakat sangat kami harapkan dalam hal pengawasan,” pungkas Etty.

Wartawan Harian Pos Kota, Nasrul Kotto (kiri) bersama Ketua Paguyuban Wartawan Depok (PWD) yang juga Pemimpin Redaksi media online suaradepok.com, Ferry M. Sinaga saat penanaman bibit pohon di sekeliling Situ Pladen Beji, dalam rangkaian perayaan Hari Pers Nasional (HPN)

(Penulis : Ferry Sinaga)

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •