Jalur Siswa Miskin Disoal, Ratusan Warga Geruduk Balaikota Depok

oleh
Aksi unjuk rasa penerimaan siswa baru di depan Balaikota Depok

Balaikota, suaradepok.com – Masyarakat Kota Depok kecewa dengan banyaknya siswa dari keluarga kurang mampu yang tidak diterima bersekolah di SMP Negeri terdekat dari lokasi tempat tinggalnya.

Akibatnya, ratusan warga menggelar aksi protes terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2018 di depan Balaikota Depok, Rabu (11/7/2018).

Koordinator aksi, Roy Pangharapan menilai Pemerintah Kota Depok dalam hal ini Dinas Pendidikan, tidak memihak pada rakyat kecil.

“Faktanya, hari ini banyak masyarakat miskin yang mengaku tidak bisa masuk ke sekolah negeri di Kota Depok, padahal jelas bahwa mereka ini adalah rakyat miskin yang memiliki KIP, ada juga yang punya KIS, bahkan ada yang anak yatim,” ujarnya.

Roy menyebutkan, ada ribuan siswa miskin di Kota Depok yang tidak diterima di sekolah negeri. Padahal di dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 14 Tahun 2018 pada Pasal 19 tertulis, paling sedikit siswa miskin diterima 20 persen.

“Kami minta semua diakomodir setidak-tidaknya yang datang ke sini melakukan aksi, kita membawa semua dokumen kemiskinan, bisa dicek, bisa disurvei,” ujarnya.

Dari pantauan wartawan, massa aksi unjuk rasa yang kebanyakan dari kaum ibu-ibu itu terlihat membentangkan spanduk berisi kecaman dan kekecewaan atas jalur siswa miskin yang dinilai tidak tepat sasaran.

“Saya ini orang tidak mampu, suami sudah sudah tidak ada dan rumah saya ngontrak. Anak saya mau masuk sekolah negeri biar gratis, tapi malah ditolak,” ujar Sri, salah seorang pengunjuk rasa.

Lebih jauh Sri mengaku telah mendaftarkan anaknya di SMPN 8 Depok, namun ditolak pihak sekolah karena dari 249 pendaftar dari jalur siswa miskin, hanya 61 murid yang diterima. (red)

Bagikan
  • 11
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •